Saturday, April 30, 2016

Tahapan Proses Kelahiran Caesar Neima

RS Puri Cinere - Jumat, 8 April 2016

Jumah mubarokah bagi saya, suami dan keluarga, kenapa demikian? Karena saya memutuskan dan dengan kehendak Allah pula, pada tanggal tersebut saya dioperasi Caesar, sesuai tanggal dalam seminggu dari pilihan dokter.. Kenapa harus dioperasi Caesar? karena berat bayi yang menurut prediksi dan hasil USG Dr. Dewi Ratih, bayinya besar, hampir lebih 4kg. Posisi sungsang alias kepala berada diposisi atas perut ibu, dan kaki di dekat v*gina saya, sehingga dikhawatirkan akan susah kalau melahirkan secara normal, dan apalagi kalau dihitung bayi sudah masuk 10 bulan, lewat dari hari perkiraan lahir (HPL).

07.00 WIB
Pada jam tersebut saya disarankan untuk sarapan terakhir untuk memulai puasa, makan minum seperti porsi lunch untuk menjaga stamina menghadapi proses kelahiran Caesar.
07.30 WIB
Sampai di Rumah Sakit, saya dipakaikan baju operasi, dan suster melakukan prosedur sebelum operasi seperti mencukur beberapa bulu rambut yang tumbuh di perut saya dan di sekitarnya. Dan melepas seluruh accessories seperti perhiasan dan jam tangan. Selanjutnya bidan memberi saya masukan dan sharing tentang operasi tersebut, bahwa operasi tersebut Insyaallah aman, asalkan kita juga bekerja sama dengan baik, tidak tegang, takut supaya tensi tidak naik. Saat itu yang saya rasakan hanya pasrah, cemas, deg - degan juga sih. Untuk mengurangi kecemasan, saya solat dhuha dan banyak berdoa sama Allah agar operasi ini dilancarkan dan tidak ada komplikasi apapun.
Muka, tangan dan kaki Bengkak semenjak masuk bulan ke-9
8.30 WIB
Setelah itu suster memberikan obat antibiotic agar tidak terjadi infeksi pada saat persalinan, dan diinfus. Kemudian, Dokter ahli anestesi mendatangi saya untuk menjelaskan beberapa prosedur anestesi yang akan dijalani, anestesi akan dilakukan di bagian tulang belakang, dimana daerah pembiusan lokal sebagian, yaitu bagian perut sampai kaki.
Test suntikan antibiotik
13.00 WIB
Setalah selesai solat jumat, saya dibawa ke ruang tunggu operasi, suami, umi, tante dan mama mertua saya mendampingi. Tetapi prosedur di rumah sakit ini tidak membolehkan siapapun anggota keluarga bisa masuk ke dalam ruangan operasi. Padahal dalam hati saya kepingin banget selfie sama baby dan papanya pada saat pertama kali kita ketemu. Hihihi..  

14.00 WIB
Saya sudah diatas meja operasi, dan dokter anestesi bilang akan membius saya di bagian tulang belakang, entah bagian mananya tetapi pada saat saya disuntik dibagian tulang belakang saya, saya disuruh menunduk sambil berhadapan dengan asisten operasi dan saya bilang "boleh ga sus saya peluk agar saya lebih tenang?" dan suster tentu saja bilang "iya", supaya saya tidak tegang. Pada saat dokter memasukkan suntikan ke punggung saya, saya sambil baca al fatihah dan tarik nafas panjang, Alhamdulillah yang dikeluhkan orang bahwa suntiknannya sakit, atau obat biusnya tidak mau masuk, atau dokter anestesi salah suntik atau bahkan ada yang bilang jarum suntiknya patah, tidak terjadi pada saya. Malah saya ga nyangka ternyata proses penyuntikan obat bius tadi sudah selesai. Alhamdulillah ya Allah..
Setelah rebahan saya diolesi cairan dingin, baunya sih seperti bau betadine, dan kemudian lama - lama cairan itu sudah tidak berasa dingin, dokter anestesi juga berkali - kali bertanya apa masih bisa gerakin kaki saya, jika tidak berarti obat anestesi sudah bekerja. Dan asisten dokter bertanya apa agama saya, dan setelah itu dipasangkan mp3 player lantunan ayat al quran yang bikin saya terharu, netes air mata saya  sambil ngebatin, kalau Allah ambil umur saya sekarang karena melahirkan anak saya, saya ikhlas, asal anak saya lahir sehat, selamat.

14.15 WIB
Dokter Dewi ratih datang bersama dokter lainnya, dan menanyakan apakah saya sudah siap operasi, ya siaplah, ini kaki aja udah ga tau kemana rasanya, masa belum siap juga hehehe.. ternyata sambil ngobrol ngalor ngidul dengan dokter lainnya. Dan kondisi saya juga  serasa pusing, hampa, perut hanya seraya bergoyang – goyang sambil zikir tiba – tiba saya dengar suara tangis bayi, dan katanya itu bayi saya, dokter mengucapkan selamat, dan saya disuruh mencium bayi saya, saya kaget, haru, senang campur pusing, mual dan kedinginan. Selesai operasi saya dibawa ke ruangan observasi yang rasanya dingin sekali. Saya dibiarkan untuk menormalisasi fungsi tubuh saya, dan disitu mulai terasa, sakit cekit – cekit diarea perut dan nafas terasa sesak. Bahkan saya mulai bisa menggerakkan kelingking kaki saya. Sejam saya diobservasi, saya dikembalikan ke ruang kamar rawat, dan dipindahkan ke tempat tidur ruang rawat. Disitu saya agak kecewa dengan para suster Rumah Sakit, yaitu suster yang menggantikan baju operasi dengan baju rawat. Suster tersebut menyuruh saya untuk angkat pantat dan menggeser badan sendiri ke tempat tidur sebelahnya yaitu tempat tidur rawat. Boro – boro mau angkat pantat, gerak dikit aja sakitnya minta ampun. Yang lebih buat saya kesal lagi si suster bilang, “yaa namanya operasi Caesar bu, yaa begini rasanya, yaa sakitlah!” saking sakitnya saya mengangkat badan saya untuk pindah ke kasur sebelah, sampe bilang Allahuakbar berkali – kali.. kalah deeh yang mau perang hahaha.. Sumpah sakitnya ampun – ampunan.. Maksud saya juga tolong dibatu menyangga badan saya yang sudah rebah terkulai menahan sakit perut yang habis dibedah, sambil saya juga berusaha mengangkat diri sendiri. Masyaallah..
Sebelum Papaku Mengazani Aku
18.00 WIB
Sampai diruang rawat, saya disambut sama keluarga lengkap, bahkan direksi dan temen - temen kantor sedivisi saya semuanya hadir.. Hahahaha.... Terimakasih semuanya, doa dan ucapannya, ga nyangka! karena ni bayi benar - benar sangat amat dinanti. Sambil saya juga menanyakan kondisi bayi saya, ada dimana, saya pengin ketemu banget.  
Saat itu kondisi saya bercucuran keringat padahal ACnya dingin, entah itu faktor obat atau gimana? yang jelas, badan saya lemas, gerah, dan belum bisa sepenuhnya menggerakkan kaki saya, serta luka Caesar saya mulai terasa sangat sakit karena pengaruh obat biusnya mulai hilang.
Gak jadi IMD karena ASInya belum keluar sama sekali
Dan akhirnya, saya dipertemukan kembali dengan bayi yang kita namai "Neima Shaquita Pradikta" yang artinya Pemberian dari Tuhan yang diberkahi. Terimakasih yang Allah atas nikmat yang Engkau berikan ini, hidup kami menjadi sangat sempurna.
Tanggal Lahir : 8 April 2016
Jam Lahir : 14:55 WIB
Berat Badan : 3250 gram
Lingkar kepala : 34 cm
Panjang : 50 gram  
Hello world namaku Neima Shaquita Pradikta

No comments: