Sunday, August 10, 2014

Holymonth goes to Holyland :Pengalaman Umroh saat Puasa Ramadhan 1435 H

Labbaikallahummalabbaik...

Kaligrafi berlapis emas di Masjid Nabawi
Ya Allah Ya Rabb, kupenuhi panggilanmu, hati bergetar tatkala diajak Abi (My Beloved Father) ikut beliau pergi umroh, ngga ada persiapan apapun, kalau Allah sudah memanngil, walaupun agak berat meninggalkan suami dan keluarga (pengennya sih diajak semua ikut umroh) tapi apa daya mereka punya kesibukan masing – masing, jadilah aku sama abi aja yang berangkat umroh.
Selfie time : Ini dia nih penampakan calon haji kecil di hari pertama




Sudah ngga keitung berapa kali Abi naik haji & umroh (beliau pembimbing haji dan umroh) dan udah beberapa kali juga Abi ngajak aku pergi ke tanah suci, namun baru kali ini aku ngerasa terpanggil, rasanya menggebu sekali ingin ikut, Ya Rabb aku sangat semangat kali ini, di bulan puasa ini, aku siap Ya Allah. Mungkin banyak orang mengira terasa berat menjalankan ibadah di terik matahari yang panasnya mencapai 50 derajat Celcius di musim panas kali ini.
Semua rasa itu kalah dengan semangatku ingin berangkat umroh, sampai di Bandara Riyadh terasa sekali lamanya jangka waktu puasa, karena baru buka puasa jam 7 Malam waktu setempat, sedangkan aku sudah berpuasa dari Jakarta lebih 20 jam.

Sesampai di bandara Madinah, barulah aku merasakan hangatnya cuaca di malam tanah Arab (bener banget, lagunya film Alladin klo malam di Arab seperti siang).
 Masjid Nabawi : Arsitektur yang super megah




Tenda penutup otomatis yang selalu mengembang setiap jam 6 pagi
Sesampai di hotel, kami langsung solat, istirahat dan bersiap – siap santap sahur. Alhamdulillah, semua makanan yang dihidangkan sangat sesuai dengan selera Indonesia, karena tukang masak hotel kami berasal dari pulau madura, indonesia.

Tapi yang buat aku sangat heran, berpuasa disini aku nggak merasakan haus & lapar sama sekali padahal cuacanya sangat ektrem hingga sudah beberapa kali hidungku mengeluarkan darah. Terlebih lebih aku terheran - heran, disini makanan berlimpah ruah (Nasi, Susu, Kurma, Jus Jeruk, Roti, Kebab) karena orang arab disini berlomba - lomba sedekah dengan memberi makanan untuk orang yang berbuka puasa, Subhanallah...



Takjub dengan berlimpah ruahnya makanan buka puasa free untuk semua orang
Kebun Kurma Madinah


Mal - Mal yang ada di tanah suci ini bentuknya seperti ITC Indonesia
Beragam Emas yang bikin ngeri
Setelah 3 hari rangkaian ziarah di kota suci Madinah, kami berangkat menuju kota suci Mekkah dan niatnya langsung umroh dengan mangambil Miqot di Bir Ali. Jauhnya perjalanan dari Madinah ke Mekkah seperti Anyer - Jakarta.
 

Rombongan Umrah : Sekali Sebelum Mati Ke Tanah Suci
Sampai di kota mekkah : Bir Ali
Tampang lusuh setelah tawaf dan sa'i tetapi tetap senang

Jabal Rahmah : Tempat Nabi Adam & Hawa bertemu
Ratusan burung disekitar Masjid
The best selfie time ever

Toko yang selalu menjadi jadwal rutin city tour

Masjid Apung Jeddah
Bandara Khusus Jamaah Haji : Jeddah

Langit Mekkah : Berharap bisa kembali kesini untuk Berhaji

1 comment:

Alfani Zaelani said...

hem iya puasa bibir suka kering pucet lagi :3